Penyuluhan Kecacingan Di Sekolah Dasar Benteng Sanrobone Kabupaten Takalar

Authors

  • Syamsuar Manyullei Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Grace Glory Girikallo Program Studi Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Mustika Bakri Program Studi Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Vivi Sri Saputri Program Studi Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Makassar

DOI:

https://doi.org/10.25008/altifani.v3i1.315

Keywords:

Infeksi Kecacingan, Penyuluhan, Anak SD, pengabdian kepada masyarakat

Abstract

Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2017 telah melaporkan bahwa prevalensi Infeksi Kecacingan di Indonesia bervariasi dari 2,5% hingga 62% di setiap provinsi dan dapat menjangkit semua kelompok usia. Bahkan, World Health Organization (WHO) tahun 2021 mencatat lebih dari 1,5 miliar orang telah terinfeksi Soil Transmitted Helminths (STH) dan terdapat sekitar 62 juta anak Indonesia berisiko tinggi terinfeksi cacing. Kecacingan merupakan investasi satu atau lebih cacing parasit usus yang terdiri dari golongan nematoda usus. Tujuan pengabdian ini adalah sebagai upaya dalam memberikan edukasi kepada anak SD Benteng Sanrobone agar dapat melakukan pencegahan terhadap infeksi kecacingan. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan beberapa tahpan yaitu tahapan persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Evaluasi penyuluhan kecacingan dengan menggunakan kuesioner pre – post test dengan menggunakan teknik analisis data Uji Wilcoxon yang diperoleh nilai p – value 0,001 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adziim, A. M. F., Manyullei, S., Tarisa, S., Hamka, A., Putri, A., Yunus, R. B., & Yusuf, T. W. A. (2022). Promosi Kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Anak SDN Inpres 190 Bura’ne Desa Boddia, Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar Tahun 2022. Locus Abdimas, 1(2), 238-247.

Anwar, A., Manyullei, S., Andhana, A. D., Rahim, F. A., Bahri, N. T. W., Diany, N. C., ... & Khairiyah, Z. D. (2022). Edukasi Tentang Pemilihan Sampah Organik, Sampah Anorganik, dan Sampah Plastik di Desa Laguruda. Locus Abdimas, 1(2), 256-263.

Andini, A., Suarsini, E., Rahayu, S.E. 2015. Prevalensi Cacingan Soil Transmitted Helminths (STH) Pada Siswa SDN 1 Kromengan Kabupaten Malang. Artikel .Universitas Negeri Malang.

Arifah, N., dkk. 2022. Penyuluhan Kesehatan Tentang Anemia Pada Siswa di SMPN 2 Galesong Selatan Kabupaten Takalar. Jurnal Altifani Vol 2 (2). Hal 176 – 182.

Chadijah, S., Sumolang, P. P. F. and Veridiana, N. N. 2014. Hubungan Pengetahuan, Perilaku, Dan Sanitasi Lingkungan Dengan Angka Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Kota Palu. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 24(1), pp. 50–56.

Dharsono, Jafar, dan Patimah. 2020. Faktor Risiko Sanitasi Lingkungan Terhadap Kasus Kecacingan Sekolah Dasar Pada Masa Pandemi Covid 19 di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Lero Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang. Jurnal Of Muslim Community Health (JMCH).

Djuma, A.W. 2020. Siswa SD Bebas Kecacingan di SD Inpres Besmarak dan SD GMIT Biupu. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 2 (1). e – ISSN: 2715 – 0496.

Ibrahim, I. A. 2014.Status Kecacingan Soil Transmitted Helminth (STH) dalam Pemantauan Kejadian Anemia pada Murid SD Inpres Bakung Samata Kabupaten Gowa Tahun 2013. VII, pp. 254–266.

Mahawati, N., dkk. 2021. PenyakIt Berbasis Lingkungan. Yayasan Kita Menulis: Medan.

Manyullei, Saleh, Arsyi, Azzima, dan Fadilah. 2022. Penyuluhan Pengelolaan Sampah dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah Dasar 82 Barangmamase Kab. Takalar. Jurnal Altifani Vol 2 (2). Hal 169 – 175.

Manyullei, S., Saleh, L. M., Arsyi, N. I., Azzima, A. P., & Fadhilah, N. (2022). Penyuluhan Pengelolaan Sampah dan PHBS di Sekolah Dasar 82 Barangmamase Kecamatan Galesong Selatan Kab. Takalar. Jurnal Altifani, 2(2), 169-175.

Manyullei, S., Nurhikmah, N., Adziim, A. M. F., Arman, L., & Handoko, S. A. (2022). Penyuluhan Dermatitis pada Masyarakat Maccini Baji Kelurahan Pundata Baji Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 2(4), 319-326.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2017. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2017 Tentang Penanggulangan Cacingan. Jakarta.

Ngambut, K dan Maran, A.A. 2021. Model Faktor Risiko Kecacingan Pada Siswa SD di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Oehonis: The Journal of Environmental Health Research Vol 4 (2). Pp 23 – 29.

Nurhalina and Desyana. 2018.Gambaran Infeksi Kecacingan Pada Siswa SDN 1 - 4 Desa Muara Laung Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2017. Jurnal Surya Medika Vol 3. pp. 1–13.

Rachmita, I. and S., R. D. 2016. Hubungan Faktor Predisposing, Enabling Dan Reinforcing Dengan Kebiasaan Sarapan Anak Sekolah Dasar (Kasus Di SDN Waru 2, Sidoarjo). Jurnal Tata Boga, 5(1) pp. 274–281.

Rahma, N.A. 2020. Faktor Risiko Terjadinya Kecacingan Pada Anak Usia Sekolah Dasar. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 15 (2). Hal 29 – 33.

Ramadhani, S.N. 2020. Efektivitas Penyuluhan Berbasis Power Point Terhadap Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Tentang Pencegahan Cacingan Pada Siswa Kelas V dan VI SDN 01 Kromengan Kabupaten Malang. Preventia: Indonesian Journal of Public Health Vol 5 (1), 8 – 16.

Zubaidah, R. 2022. Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit. Lakeisha: Klaten.

Downloads

Published

2023-01-04

How to Cite

Manyullei, S., Girikallo, G. G., Bakri, M., & Saputri, V. S. (2023). Penyuluhan Kecacingan Di Sekolah Dasar Benteng Sanrobone Kabupaten Takalar. Jurnal Altifani Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 13–18. https://doi.org/10.25008/altifani.v3i1.315