Pelatihan Pembuatan Teh dari Daun Labu Kuning (Cucurbita maxima) dalam Upaya Pencegahan Penyakit Degeneratif

Authors

  • Salni Salni Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya
  • Juswardi Juswardi Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya
  • Endri Junaidi Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya
  • Mustafa Kamal Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya
  • Hanifa Marisa Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya
  • Ferlinahayati Ferlinahayati Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.59395/altifani.v3i2.377

Keywords:

daun labu kuning, penyakit degeneratif , pengabdian kepada masyarakat

Abstract

Penyakit degenerative seperti tekanan darah tinggi, jantung koroner, diabetes, maag dan kanker banyak diderita oleh masyarakat Indonesia.  Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan Pelatihan pembuatan teh dari daun labu kuning (Cucurbita maxima Duch.) dalam upaya pencegahan penyakit degeneratif. Kegiatan dilakukan di desa Tanjung seteko, kecamatan Indralaya, Ogan Ilir. Khalayak sasaran adalah ibu-ibu dan remaja putri. Kegiatan dilakukan dalam tiga tahap yaitu (i) Penyuluhan tentang pentingnya menjaga kesehatan khususnya mengenai penyakit degeneratif seperti jantung coroner, tekanan daraah tinggi, kolesterol, diabetes, maag, kanker, (ii) Pelatihan cara membuat teh dari daun labu kuning dan penggunaannya, dan (iii) Evaluasi produk yang dibuat masyarakat dan keberlanjutan kegiatan. Evaluasi kegiatan dilakukan untuk mengetahui tindak lanjut dari keberhasilan iptek yang telah diberikan. Indikator keberhasilan adalah sejauh mana masyarakat memahami dan menggunakan iptek yang diberikan. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit degeneratif, pencegahan dan penyembuhannya. Selain itu meningkatnya keterampilan masyarakat dalam membuat teh dari daun labu kuning.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Brotodjojo LC. (2010). Semua Serba Labu Kuning. Jakarta: Penerbit PT Gramedia. Pustaka Utama

Edward, M., Muntean., N, & Duda., M. M. (2013). Cucurbita Maxima Duch. as a Medical Plant. Journal Hop and Medical Plants, 21(2), 1-6.

Fakriah, Kurniasih, E. Adriana, dan Rusydi. (2019). Sosialisasi Bahaya Radikal Bebas dan Fungsi Antioksidan Alami bagi Kesehatan. Jurnal Vokasi, 2(1): 1-7.

Godwin, O. O. Andrew, A. N & Ukpong, A. G. (2014). Nutritional Evaluation, Medical Value and Antibacterial Activity of Leaves Cucurbita maxima D. International Journal of Research, 1(8): 1-5.

Harmida, Tanzerina N, Lamin S, Salni, Hariani P.K (2023). Pelatihan Pembuatan Sabun Transparan Antibakteri dengan Penambahan Ekstrak Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia). Jurnal Altifani, 3(1): 88-94.

Kelly, F. J. (2003). Oxidative Stress: Its Role in Air Pollution and Adverse Health Effects. Journal of Occupational and Environmental Medicine, 60(8): 612-616.

Lolo W.A., Yudistira. A, Datu. O.S. (2020). PKM Pada Kelompok Masyarakat Kelurahan Lahendong Kecamatan Tomohon SelatanKota TomohonTentang Pemanfaatan Obat Tradisional Sebagai TerapiKomplementer Pada Penyakit Degenerati. Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vivabio, 2(3): 8-13.

Maulana. M. (2019). Strategi Pengembangan Masyarakat di Desa Wisata Ledok Sambi Kaliurang. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 4(2): 259-278

Orsenigo, S. Abeli, T. Massimo, S. Paolo, C. Filippo, G. Nicola, M. G. Ardenghi, Graziano, R & Ilda, V. (2018). Morphological characterisation of Cucurbita maxima Duchesne (Cucurbitaceae) landraces from the Po Valley (Northern Italy). Italian Journal of Agronomy, 13(963): 338-342.

Pratiwi, D. A. (2021). Aktivitas senyawa antioksidan daun labu kuning (Cucurbita maxima Duch.) Skripsi. Jurusan biologi, Fmipa, Universitas Sriwijaya.

Rahmi, H. (2017). Review: Aktivitas Antioksidan dari Berbagai Sumber Buah-Buahan di Indonesia. Jurnal Agrotek Indonesia, 2(1): 34-38.

Rosahdi, T. D., Kusmiyati, M & Wijayanti, F. R. (2013). Uji aktivitas Daya antioksidan Buah Rambutan Rapiah dengan Metode DPPH. Jurnal ISTEK. 7(1): 1-15.

Salamah, Nina., Widyasari, Erlinda. (2015). Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Daun Kelengkeng (Euphoria longan (L) Steud.) Dengan Metode Penangkapan Radikal 2,2’-Difenil-1-Pikrilhidrazil. Jurnal Pharmaciana. 5(1): 25-34.

Salehi, B., Capanoglu, E., Adrar, N., Catalkaya, G., Shaheen, S., Ja, M. & Jugran, A. K. (2019). Cucurbits Plants: A Key Emphasis to Its Pharmacological Potential. Journal Molecules, 24(1854) :1–23.

Sari, A. N. (2016). Berbagai Tanaman Rempah Sebagai Sumber Antioksidan Alami. Journal of Islmaic Science and Technology, 2(2): 201-211.

Sayuti, K & Yenrina, R. (2015). Antioksidan Alami dan Sintetik. Padang: Andalas University Press.

Werdhasari, P. (2014). Peran Antioksidan Bagi Kesehatan. Jurnal Biotek Medisiana Indonesia, 3(2): 56-68.

Winarsi, H., (2007). Antioksidan Alami danRadikal Bebas, Penerbit Kanisius,Yogyakarta. Pharma?iana, 5(1): 25-34.

Yenda, B. Bandaru V. R & Ganga, B. R. (2015). In Vitro Antioxidant Activity Studies On Leaves Of Cucurbita Maxima. International Journal of Advanced Research in Science and Technology, 4(1). 241-244.

Zulfahmi, Suranto, & Mahajoeno, E. (2015). Karakteristik tanaman labu kuning (Cucurbita moschata) berdasarkan penanda morfologi dan pola pita isozim peroksidase. Prosiding Seminar Nasional Biotik, 268-273

Downloads

Published

2023-04-02

How to Cite

Salni, S., Juswardi, J., Junaidi, E., Kamal, M., Marisa, H., & Ferlinahayati, F. (2023). Pelatihan Pembuatan Teh dari Daun Labu Kuning (Cucurbita maxima) dalam Upaya Pencegahan Penyakit Degeneratif. Jurnal Altifani Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 320–327. https://doi.org/10.59395/altifani.v3i2.377

Most read articles by the same author(s)