Edukasi Kecacingan Pada Siswa Sekolah Dasar Benteng Sanrobone di Kabupaten Takalar

Authors

  • Syamsuar Manyullei Universitas Hasanuddin
  • Grace Glory Girikallo Universitas Hasanuddin
  • Mustika Bakri Universitas Hasanuddin
  • Vivi Sri Saputri Universitas Hasanuddin

DOI:

https://doi.org/10.59395/altifani.v3i3.413

Keywords:

Helminthiasis Infection, Health Promotion, Elementary School Children.

Abstract

Kecacingan merupakan masuknya satu atau lebih cacing parasit usus yang terdiri dari golongan nematoda usus pada manusia. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi cacing kelompok Soil Transmitted Helminth (STH) yaitu kelompok cacing yang siklus hidupnya melalui tanah yang merupakan penyakit tersembunyi (silent disease)Kecacingan yang ditularkan pada siswa SD dipengaruhi faktor pengetahuan terkait kebersihan diri dan lingkungan. Faktor kebersihan diri meliputi kebiasaan membeli jajan yang tidak memiliki tutup, tidak mencuci tangan sebelum makan, setelah makan, setelah bermain dah setelah berolahraga.  Tujuan pengabdian ini adalah sebagai upaya dalam memberikan edukasi kepada anak SD Benteng Sanrobone agar dapat melakukan pencegahan terhadap infeksi kecacingan. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan beberapa tahpan yaitu tahapan persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa 5 pernyataan yang menjadi parameter untuk mengukur tingkat pengetahuan siswa SD Benteng Sanrobone tentang infeksi kecacingan, pre test dijawab benar paling tinggi pada pernyataan nomor 3 dengan jumlah 33 orang (91,7%), dan setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan dengan jumlah 35 orang (97,2%).Evaluasi penyuluhan kecacingan dengan menggunakan kuesioner pre – post test dengan menggunakan teknik analisis data Uji Wilcoxon yang diperoleh nilai p – value 0,001 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan. Oleh karena itu, Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi kejadian infeksi kecacingan pada anak dimulai dengan peningkatan pengetahuan terkait pola penerapan hidup bersih dan sehat.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Syamsuar Manyullei, Universitas Hasanuddin

 

 

Grace Glory Girikallo, Universitas Hasanuddin

 

 

Mustika Bakri, Universitas Hasanuddin

 

 

Vivi Sri Saputri, Universitas Hasanuddin

 

 

References

Andini, A., Suarsini, E., Rahayu, S.E. 2015. Prevalensi Cacingan Soil Transmitted Helminths (STH) Pada Siswa SDN 1 Kromengan Kabupaten Malang. Artikel .Universitas Negeri Malang.

Anwar, A., Manyullei, S., Andhana, A.D., Rahim, F.A., Bahri, N.T.W., Diany, N.C., Paisal, N.A. and Khairiyah, Z.D., 2022. Edukasi Tentang Pemilihan Sampah Organik, Sampah Anorganik, dan Sampah Plastik di Desa Laguruda. Locus Abdimas, 1(2), pp.256-263.

Arifah, N., dkk. 2022. Penyuluhan Kesehatan Tentang Anemia Pada Siswa di SMPN 2 Galesong Selatan Kabupaten Takalar. Jurnal Altifani Vol 2 (2). Hal 176 – 182.

Chadijah, S., Sumolang, P. P. F. and Veridiana, N. N. 2014. Hubungan Pengetahuan, Perilaku, Dan Sanitasi Lingkungan Dengan Angka Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Kota Palu. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 24(1), pp. 50–56.

Dharsono, Jafar, dan Patimah. 2020. Faktor Risiko Sanitasi Lingkungan Terhadap Kasus Kecacingan Sekolah Dasar Pada Masa Pandemi Covid 19 di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Lero Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang. Jurnal Of Muslim Community Health (JMCH).

Djuma, A.W. 2020. Siswa SD Bebas Kecacingan di SD Inpres Besmarak dan SD GMIT Biupu. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 2 (1). e – ISSN: 2715 – 0496.

Ibrahim, I. A. 2014.Status Kecacingan Soil Transmitted Helminth (STH) dalam Pemantauan Kejadian Anemia pada Murid SD Inpres Bakung Samata Kabupaten Gowa Tahun 2013. VII, pp. 254–266.

Mahawati, N., dkk. 2021. PenyakIt Berbasis Lingkungan. Yayasan Kita Menulis: Medan.

Manyullei, Saleh, Arsyi, Azzima, dan Fadilah. 2022. Penyuluhan Pengelolaan Sampah dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah Dasar 82 Barangmamase Kab. Takalar. Jurnal Altifani Vol 2 (2). Hal 169 – 175.

Manyullei, S., Syakinah, N., Adeswita, A., Qathifah, T. N., Asman, F. H., & Misbah, N. R. A. (2022). Efektivitas Penyuluhan Door to Door Mengenai Vaksinasi Covid-19 di Desa Bontokanang. Abdikesmas Mulawarman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 58-64.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2017. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2017 Tentang Penanggulangan Cacingan. Jakarta.

Ngambut, K dan Maran, A.A. 2021. Model Faktor Risiko Kecacingan Pada Siswa SD di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Oehonis: The Journal of Environmental Health Research Vol 4 (2). Pp 23 – 29.

Nurhalina and Desyana. 2018.Gambaran Infeksi Kecacingan Pada Siswa SDN 1 - 4 Desa Muara Laung Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2017. Jurnal Surya Medika Vol 3. pp. 1–13.

Rachmita, I. and S., R. D. 2016. Hubungan Faktor Predisposing, Enabling Dan Reinforcing Dengan Kebiasaan Sarapan Anak Sekolah Dasar (Kasus Di SDN Waru 2, Sidoarjo). Jurnal Tata Boga, 5(1) pp. 274–281.

Rahma, N.A. 2020. Faktor Risiko Terjadinya Kecacingan Pada Anak Usia Sekolah Dasar. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 15 (2). Hal 29 – 33.

Ramadhani, S.N. 2020. Efektivitas Penyuluhan Berbasis Power Point Terhadap Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Tentang Pencegahan Cacingan Pada Siswa Kelas V dan VI SDN 01 Kromengan Kabupaten Malang. Preventia: Indonesian Journal of Public Health Vol 5 (1), 8 – 16.

Downloads

Published

2023-05-31

How to Cite

Manyullei, S., Girikallo, G. G., Bakri, M., & Saputri, V. S. (2023). Edukasi Kecacingan Pada Siswa Sekolah Dasar Benteng Sanrobone di Kabupaten Takalar. Jurnal Altifani Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(3), 404–409. https://doi.org/10.59395/altifani.v3i3.413

Most read articles by the same author(s)