Edukasi Pemanfaatan Yogurt Mix Buah Bit Dan Jambu Biji Merah Terhadap Kadar Haemoglobin Pada Remaja Putri Di SMK Kesehatan Darussalam Lhokseumawe

Authors

  • Mawarni Yunita Stikes Guna Bangsa Yogyakarta
  • Bima Suryantara
  • Indah Purnamasari

DOI:

https://doi.org/10.59395/altifani.v4i3.547

Keywords:

Edukasi, Jus Yogurt mix Buah Bit dan Jambu Biji, Remaja Putri, Anemia, pengabdian kepada masyarakat

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah atau haemoglobin kurang dari normal atau turunnya kadar sel darah merah dalam darah. Penyebab anemia pada remaja putri ini pada umumnya adalah defisiensi zat besi, pada kondisi ini terjadinya kekurangan cadangan zat besi dalam tubuh. Penanganan terhadap anemia dapat dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi. Salah satu produk yang diciptakan sebagai produk alternatif pangan yang di gemari remaja putri adalah olahan yogurt, suatu panganan yang dianggap dapat memperlancar sistem pencernaan sehingga membantu tubuh ideal. Yogurt pada penelitian yogurt plain dari susu sapi yang ditambahkan buah bit dan jambu biji. Buah bit memiliki kandungan zat besi (fe) yang tinggi dibandingkan buah naga dan kacang-kacanganan. jambu biji kaya akan zat besi dan vitamin C. Vitamin C merupakan unsur esensial yang sangat dibutuhkan sel-sel darah merah, yang memberikan suasana asam sehingga memudahkan zat besi ferri menjadi ferro yang lebih mudah diserap usus. Kegiatan penyuluhan dilakukan di SMK Kesehatan Darussalam Lhokseumawe tanggal 11 Januari 2024. Kegiatan diawali dengan melakukan pertest lalu penyampaian materi, demonstrasi pembuatan jus dan diakhiri dengan evalusi dalam bentuk post test. Terdapat peningkatan pengetahuan remaja putri tentang anemia serta cara mengatasi anemia pada remaja putri menggunakan jus yogurt mix buah bit dan jambu biji yaitu sebesar 55%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

R. T. Means. (2020). Iron deficiency and iron deficiency anemia: Implications and impact in pregnancy, fetal development, and early childhood parameters,” Nutrients, vol. 12, Urecol: Seri MIPA dan Kesehatan 312 e-ISSN: 2621-0584 no. 2.

L. Budhathoki, B. Shrestha, N. Phuyal, and L. Shrestha.(2012). Prevalence of anemia in adolescent girls attending specific schools of kavrepalanchok, Nepal,” J. Nepal Med. Assoc., vol. 59, no. 235, pp. 284–287.

M.Alifia. (2021). Yogurt Greek Dari Buah Bit Sebagai Inovasi Pangan Untuk Diet Sehat,”Universitas Muhammadiyah. vol. 7.

I. Gheith and A. El-Mahmoudy. (2018). Laboratory evidence for the hematopoietic potential of beta vulgaris leaf and stalk extract in a phenylhydrazine model of anemia,” Brazilian J. Med. Biol. Res., vol. 51, no. 11, pp. 1–8.

K. M. Nair et al. (2013). Inclusion of guava enhances non-heme iron bioavailability but not fractional zinc absorption from a rice-based meal in adolescents,” J. Nutr., vol. 143, no. 6, pp. 852–858.

M. A. Nora. (2018). Effect of red beetroot (Beta vulgaris L.) intake on the level of some hematological tests in a group of female volunteers,” ISABB J. Food Agric. Sci., vol. 8, no. 2, pp. 10–17.

S. Chauhan, T. Gopani, B. Suhagia, S. Gupta, K. Patel, and M. Patel. (2017). Clinical evaluation of Beet root and Prickly pear in the management of Anemia: An Observational Study,” J. Ayurveda Med. Sci., vol. 2, no. 4, pp. 274–277.

E. Lakshmi, P. Easwaran, and E. Saraswathy (2016). An intervention study to combat iron deficiency anaemia in adolescent girls - Food fortification strategy,” Biosci. Biotechnol. Res. Asia, vol. 13, no. 2, pp. 1141–1146.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019, Jakarta; Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia Pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur (WUS), Jakarta; Kementerian Kesehatan RI.

Downloads

Published

2024-05-31

How to Cite

Yunita, M., Suryantara, B., & Purnamasari, I. (2024). Edukasi Pemanfaatan Yogurt Mix Buah Bit Dan Jambu Biji Merah Terhadap Kadar Haemoglobin Pada Remaja Putri Di SMK Kesehatan Darussalam Lhokseumawe. Jurnal Altifani Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(3), 238–242. https://doi.org/10.59395/altifani.v4i3.547