Pelatihan kuliner Jepang sebagai kreasi inovasi UMKMdi Nagari Lubuk Gadang, Kabupaten Solok selatan
DOI:
https://doi.org/10.59395/altifani.v6i3.1026Keywords:
Pelatihan Kuliner Jepang, UMKM, Inovasi Produk, Takoyaki dan Sushi, Pemberdayaan EkonomiAbstract
Pelaksanaan pelatihan kuliner Jepang berupa pembuatan takoyaki dan sushi di Nagari Lubuk Gadang, Kabupaten Solok Selatan-Sumatera Barat, dilakukan untuk mendorong inovasi produk UMKM di bidang kuliner. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam mengolah kuliner, mendorong produktivitas ekonomi, membuka wawasan UMKM bahwa produk kuliner internasional dapat dibuat dengan bahan lokal yang lebih murah, namun bernilai jual tinggi, serta menekankan pentingnya keberlanjutan melalui pemasaran produk baik secara individu maupun kelompok. Pelatihan dilakukan melalui penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung, sehingga peserta pelatihan dapat memahami proses pembuatan kuliner Jepang secara menyeluruh. Hasil kegiatan PKM ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan dalam mengolah takoyaki dan sushi, munculnya gagasan baru sesuai cita rasa lokal, serta tumbuhnya motivasi kewirausahaan. Dengan demikian, program ini berpotensi mencetak produk kuliner inovatif, membuka peluang usaha UMKM yang lebih luas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Solok Selatan.
Downloads
References
[1] Bekraf. 2017. Data Statistik dan Hasil Survei Ekonomi Kreatif: Kerjasama Badan Ekonomi Kreatif dan Badan Pusat Statistik. Jakarta: Badan Ekonomi Kreatif
[2] Pramono, dkk. 2020. Perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sektor Perdagangan di Kota Banda Aceh Tahun 2013-2019”, Jurnal Pendidikan Geosfer, Vol 5 no 2.
[3] Aprieni, dkk. 2024. UMKM Memiliki Peran Penting Dalam Perekonomian Indonesia. Jurnal ekonomi dan bisnis manajemen, Vol 2 No 4. DOI: https://doi.org/10.59024/jise.v2i4.976
[4] Lastri, dkk. 2023. Pendampingan Pengembangan Bisnis UMKM: Peluang dan Tantangan UMKM Anggota Persatuan Srikandi Kreatif Indonesia Daerah Aceh. Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis DOI: https://doi.org/10.31294/abdiekbis.v4i1.3159
[5] Pramuki, Kusumawati 2024. Improving SMEs Marketing Performance through Market Orientation, Product Innovation, and Competitive Advantage in Bali-Indonesia. Jurnal Economia, Vol 20 No 2. DOI: https://doi.org/10.21831/economia.v20i2.41159
[6] Hasegawa, Sakai 2021. Comparing Meal Satisfaction Based on Different Types of Tableware: An Experimental Study of Japanese Cuisine Culture. Foods, 10(7):1546. DOI: https://doi.org/10.3390/foods10071546
[7] Khasanah, U., Naim, S., Priyanto, Kanah, & Wahyuning Dyah. (2023). Japanese Diplomatic Strategy in Using Traditional Culinary as An Instrument of Cultural Diplomacy in Indonesia. Jurnal Kewarganegaraan, 7(1).
[8] Fatimah, R., & Panjaitan, L. L. (2025). Fenomena Kuliner Jepang di Indonesia: Antara Tren, Budaya, dan Adaptasi. Kiryoku: Jurnal Studi Kejepangan, 9(2), 396-409. DOI: https://doi.org/10.14710/kiryoku.v9i2.396-409
[9] Hastuti A, dkk. 2014. Kajian Penambahan Tepung Ubi Jalar Orange Sebagai Subtitusi Dalam Pembuatan takoyaki Dengan Penambahan Tempe sebagai Kaldu dan Isiannya. Jurnal Teknosains Pangan Vol 3 No. 4 Oktober .
[10] Trahutami, S. W. I. (2018). SUSHI: Sebuah Tradisi dalam Modernitas. Kiryoku: Jurnal Studi Kejepangan, 9(1), 55-65. DOI: https://doi.org/10.14710/kiryoku.v2i2.103-109
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Alifah Dini Putri, Nova Yulia, Maulluddul Haq, Shindu Krisnanda, Rahmi Oktayory Wikarya, Damai Yani, Meira Anggia Putri, Prisyanti Suciaty, Hendri Zalman, Rita Arni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.























