Peningkatan Jiwa Wira Usaha Masyarakat Lolomoyo Secara Mandiri Melalui Praktik Pengembangan Usaha Tempe
DOI:
https://doi.org/10.25008/altifani.v1i4.176Keywords:
Pemberdayaan Masyarakat, Peningkatan Ekonomi, pengabdian kepada masyarakat, wira usahaAbstract
Masalah yang dialami oleh masyarakat desa Lolomoyo adalah kemampuan warga desa yang rendah dalam mengolah hasil taninya terutama kacang kedelai sehingga hasil taninya bisa lebih bernilai ekonomi tinggi. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberi pelatihan bagi warga desa Lolomoyo agar mampu mengolah hasil taninya sendiri dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam berwirausaha secara mandiri. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah melakukan kegiatan penyuluhan sekaligus pelatihan bagi masyarakat desa Lolomoyo. Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah disertai dengan diskusi dan kegiatan pelatihan dilakukan dengan metode praktek secara langsung. Kegiatan ini mendapat sambutan dan respon yang positif dari berbagai pihak terutama kepala desa Lolomoyo, aparat desa dan peserta penyuluhan, terbukti dengan keaktifan peserta dalam mengikuti kegiatan ini dengan tidak meninggalkan tempat sebelum waktu penyuluhan berakhir, serta mampu membuat tempe dengan baik dan sehat dengan hasil yang sangat memuaskan. Kegiatan pengabdian ini kiranya dapat ditingkatkan lagi terutama dalam penggunaan teknologi sederhana untuk pertanian.
Downloads
References
Ahsanunnisa, R. (1970). Perbandingan Mutu Tempe Dari Kacang Kedelai Dengan Kacang Tanah. ALKIMIA: Jurnal Ilmu Kimia Dan Terapan, 2(1), 43–46. https://doi.org/10.19109/alkimia.v2i1.2262
Alvina, A., & Hamdani, D. (2019). Proses Pembuatan Tempe Tradisional. Jurnal Pangan Halal, 1(1), 9–12.
Andayani, A., & Hambali, S. (2018). Poduksi Tempe Sebagai Wirausaha Mahasiswa Santri. Dimas: Jurnal Pemikiran Agama Untuk Pemberdayaan, 17(2), 327–342. https://doi.org/10.21580/dms.2017.172.2432
Aryanta, I. W. R. (2020). Manfaat Tempe Untuk Kesehatan. Widya Kesehatan, 2(1), 44–50. https://doi.org/10.32795/widyakesehatan.v2i1.609
Barus, T., Salim, D. P., & Hartanti, A. T. (2019). Kualitas Tempe Menggunakan Rhizopus delemar TB 26 dan R. delemar TB 37 yang Diisolasi dari Inokulum Tradisional Tempe “daun waru.” Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 8(4), 143–148. https://doi.org/10.17728/jatp.5541
Fitriah, A. H., Kristianto, Y., & Pudjirahaju, A. (2017). Kreativitas Pengembangan Formula Tempe Generasi Dua Di Kota Malang. Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia, 3(2), 96–103.
Ibrahim, & Sukmawati. (2018). Sosialisasi Pembuatan Tempe Skala Industri Rumah-Tangga Pada Masyarakat Asli Papua Di Kelurahan Malanu Distrik Malaimsimsa Kota Sorong Papua Barat. Martabe?: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(3), 83–88. https://doi.org/10.31604/jpm.v1i3.83-88
Kole, H., Tuapattinaya, P., & Watuguly, T. (2020). Analisis Kadar Karbohidrat dan Lemak pada Tempe Berbahan Dasar Biji Lamun (Enhalus acoroides). Biopendix, 6(2), 91–96.
Kustyawati, M. E. (2009). Kajian Peran Yeast dalam Pembuatan Tempe. Agritech: Jurnal Fakultas Teknologi Pertanian UGM, 29(2), 64–70. https://doi.org/10.22146/agritech.9765
Sari, K. P., P, J., & Sukainah, A. (2018). Fortifikasi Tempe Berbahan Dasar Kedelai Dan Biji Nangka. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 2(1), 16–26. https://doi.org/10.26858/jptp.v2i1.5150
Setyani, S., Nurdjanah, S., & Eliyana. (2017). Evaluasi Sifat Kimia dan Sensori Tempe Kedelai-Jagung dengan Berbagai Kosentrasi Ragi Raprima dan Berbagai Formulasi [The Evaluation of Chemical and Sensory Properties of Soybean-Corn Tempeh Fermented with Various Raprima Yeast Concentration and Formulati. Jurnal Teknologi Industri & Hasil Pertanian, 22(2), 85–98.
Setyowibowo, S., & Prasetyo, A. (2017). Pengembangan Industri Tahu dan Tempe Sebagai Alternatif Pangan di Desa Curahmalang Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember. Jurnal Ilmiah Pengabdian Pada Masyarakat, 1(2), 11–19.
Winanti, R., Bintari, S. H., & Mustikaningtyas, D. (2014). Studi Observasi Higienitas Produk Tempe Berdasarkan Perbedaan Metode Inokulasi. Unnes Journal of Life Science, 3(1), 39–46.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Rohpinus Sarumaha

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.























