Distribusi Obat Esensial sebagai Mitigasi Dampak Kesehatan Pascabanjir

Authors

  • Ismi Zatya Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan, Universitas Samudra
  • Nina Rosalina Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan, Universitas Samudra
  • Darmiyanti Darmiyanti Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan, Universitas Samudra
  • Nasib Maruba M Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan, Universitas Samudra
  • Nazhirah Raseuki Putri Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan, Universitas Samudra

DOI:

https://doi.org/10.59395/altifani.v6i4.1175

Keywords:

Banjir, obat-obatan esensial, mitigasi kesehatan, pascabencana

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Seuneubok Baro, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, untuk mengatasi keterbatasan akses terhadap obat-obatan esensial dan peningkatan risiko kesehatan di kalangan masyarakat yang terdampak banjir. Kondisi lingkungan pasca banjir seringkali menyebabkan munculnya penyakit umum seperti demam, diare, infeksi saluran pernapasan, dan penyakit kulit, sementara akses terhadap layanan kesehatan dasar menjadi terbatas. Oleh karena itu, program ini mengusulkan pengadaan dan distribusi obat-obatan esensial sebagai intervensi strategis untuk mengurangi dampak kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyediakan obat-obatan esensial berdasarkan kebutuhan masyarakat dan memastikan distribusinya yang efektif dan tepat sasaran. Metode yang digunakan melibatkan beberapa tahapan, termasuk koordinasi dengan pemangku kepentingan lokal, identifikasi kebutuhan kesehatan masyarakat, pengadaan obat-obatan, dan distribusi langsung dengan dukungan tenaga kesehatan dan pemerintah desa. Hasil menunjukkan bahwa program tersebut berhasil dilaksanakan, dengan obat-obatan didistribusikan secara terorganisir dan tepat sasaran, berkontribusi pada peningkatan akses terhadap layanan kesehatan dasar dan mencegah memburuknya kondisi kesehatan. Kesimpulannya, program ini secara efektif mendukung mitigasi kesehatan pasca bencana dan pemulihan masyarakat melalui intervensi kolaboratif dan responsif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alderman, K., Turner, L. R., & Tong, S. (2012). Floods and human health: A systematic review. Environment International, 47, 37–47. https://doi.org/10.1016/j.envint.2012.06.003

Blanchet, K., Ramesh, A., Frison, S., et al. (2017). Evidence on public health interventions in humanitarian

crises. The Lancet, 390(10109), 2287–2296. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(16)30768-1

Badan Penanggulangan Bencana Aceh. (2025). Banjir landa 5 desa di Aceh Tamiang ketinggian air 10–120 cm.

Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh. (2026). Jumlah desa/kelurahan yang mengalami bencana alam menurut kabupaten/kota di Provinsi Aceh, 2025.

Cann, K. F., Thomas, D. R., Salmon, R. L., Wyn-Jones, A. P., & Kay, D. (2018). Extreme water-related weather events and waterborne disease. Epidemiology and Infection, 141(4), 671-686. https://doi.org/10.1017/S0950268812001653

Doocy, S., Daniels, A., Packer, C., Dick, A., & Kirsch, T. D. (2017). The human impact of floods: A historical review. PLoS Currents Disasters. https://doi.org/10.1371/currents.dis.f4deb457904936b07c09daa98ee8171a

Du, W., FitzGerald, G. J., Clark, M., & Hou, X. Y. (2010). Health impacts of floods. Prehospital and Disaster Medicine, 25(3), 265–272. https://doi.org/10.1017/S1049023X00008141

Hirabayashi, Y., Mahendran, R., Koirala, S., et al. (2018). Global flood risk under climate change. Nature Climate Change, 3(9), 816–821. https://doi.org/10.1038/nclimate1911

IPCC. (2022). Climate change 2022: Impacts, adaptation and vulnerability. Cambridge University Press.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). ISPA dan diare penyakit dominan pasca banjir Aceh Tamiang.

Levy, K., Woster, A. P., Goldstein, R. S., & Carlton, E. J. (2016). Untangling the impacts of climate change on waterborne diseases. Environmental Science & Technology, 50(10), 4905–4922. https://doi.org/10.1021/acs.est.5b06186

Lowe, D., Ebi, K. L., & Forsberg, B. (2017). Factors increasing vulnerability to health effects before, during and after floods. International Journal of Environmental Research and Public Health, 10(12), 7015–7067. https://doi.org/10.3390/ijerph10127015

Saulnier, D. D., Ribacke, K. J. B., & von Schreeb, J. (2017). No calm after the storm: A systematic review of human health following flood disasters. Prehospital and Disaster Medicine, 32(5), 568–579. https://doi.org/10.1017/S1049023X17006574

Shultz, J. M., Galea, S., & Espinel, Z. (2016). Disaster ecology: Implications for disaster psychiatry. Psychiatric Clinics of North America, 29(2), 271–287.

Sphere Association. (2018). The Sphere handbook: Humanitarian charter and minimum standards in humanitarian response.

WHO. (2017). Model list of essential medicines (20th list). World Health Organization.

WHO. (2018). Managing epidemics: Key facts about major deadly diseases. World Health Organization.

WHO. (2021). Flooding and communicable diseases fact sheet. World Health Organization.

Winsemius, H. C., Aerts, J. C. J. H., van Beek, L. P. H., et al. (2016). Global drivers of future river flood risk. Nature Climate Change, 6, 381–385. https://doi.org/10.1038/nclimate2893

Downloads

Published

2026-06-14

How to Cite

Distribusi Obat Esensial sebagai Mitigasi Dampak Kesehatan Pascabanjir. (2026). Jurnal Altifani Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(4), 1616-1621. https://doi.org/10.59395/altifani.v6i4.1175