Evaluasi Kelayakan Struktur dan Rekomendasi Retrofitting Gedung Kuliah Jurusan Administrasi Bisnis Kampus Politeknik Negeri Manado

Authors

  • Julius E Tenda Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Manado, Manado 95618, Indonesia
  • Denny B Pinasang Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Manado, Manado 95618, Indonesia
  • Merci F Hosang Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Manado, Manado 95618, Indonesia
  • Mycle Wala Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Manado, Manado 95618, Indonesia
  • Fardi Kalumata Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Manado, Manado 95618, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59395/altifani.v6i3.1212

Keywords:

evaluasi struktur, retrofitting, pengujian non-destruktif, analisis ETABS, kinerja seismik, penilaian bangunan

Abstract

Gedung kuliah Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Manado telah beroperasi lebih dari dua dekade dan menunjukkan indikasi penurunan kinerja struktur, seperti retak pada elemen beton dan degradasi mutu material. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan struktur gedung berdasarkan kondisi aktual di lapangan dan memberikan rekomendasi retrofitting yang sesuai. Metode meliputi inspeksi visual, pengujian non-destruktif (hammer test dan Ultrasonic Pulse Velocity/UPV), uji core drill terbatas, serta pemodelan struktur dengan ETABS untuk mengevaluasi respons terhadap beban gempa rencana. Persamaan korelasi empiris f'c = 8,35V + 8,92R – 0,18VR (dimana V = kecepatan UPV dalam km/s, R = angka pantul hammer test) diterapkan untuk meningkatkan akurasi estimasi mutu beton dengan mengintegrasikan data kedua metode NDT secara bersamaan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa elemen mengalami penurunan kekuatan tekan beton dibanding desain awal, dengan mutu terukur pada kisaran 30–41 MPa (pelat lantai), 34–40 MPa (balok), dan 35–41 MPa (kolom). Analisis struktur menunjukkan adanya elemen dengan rasio kapasitas mendekati 0,90–0,93, mengindikasikan kapasitas yang masih aman namun dengan margin terbatas. Meskipun bangunan masih dinilai aman secara struktural pada kondisi pembebanan saat ini, degradasi material yang progresif dan margin kapasitas yang semakin terbatas pada elemen-elemen kritis memerlukan tindakan retrofitting proaktif untuk menjamin keselamatan seismik jangka panjang. Rekomendasi retrofitting meliputi FRP wrapping pada kolom kritis, jacketing pada elemen dengan kapasitas lentur rendah, serta penambahan komponen struktural untuk meningkatkan kekakuan lateral. Temuan ini memberikan dasar teknis bagi pengelola kampus dalam merencanakan pemeliharaan dan peningkatan keselamatan struktur.

Downloads

Download data is not yet available.

References

ACI (American Concrete Institute). (2017). ACI 440.2R-17: Guide for the design and construction of externally bonded FRP systems for strengthening concrete structures. Farmington Hills, MI: American Concrete Institute.

Arfiadi, Y., & Satyarno, I. (2016). Kapasitas bending dan geser elemen beton bertulang hasil analisis pushover. Jurnal Teknik Sipil, 23(2), 89-102.

ASCE (American Society of Civil Engineers). (2017). ASCE/SEI 41-17: Seismic evaluation and retrofit of existing buildings. Reston, VA: American Society of Civil Engineers.

ASTM International. (2016). ASTM C597-16: Standard test method for pulse velocity through concrete. West Conshohocken, PA: ASTM International.

ASTM International. (2018). ASTM C805/C805M-18: Standard test method for rebound number of hardened concrete. West Conshohocken, PA: ASTM International.

BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). (2017). Peta gempabumi probabilistik Indonesia tahun 2017. Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

BSN (Badan Standardisasi Nasional). (2019). SNI 1726:2019: Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non-gedung. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

BSN (Badan Standardisasi Nasional). (2019). SNI 2847:2019: Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung dan penjelasan. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

BSN (Badan Standardisasi Nasional). (2020). SNI 1727:2020: Beban desain minimum dan beban kombinasi untuk bangunan gedung dan struktur lain. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Chen, Y., Wang, Z., & Xu, Y. (2020). Concrete compressive strength evaluation using statistical learning methods. Construction and Building Materials, 256, 119390. https://doi.org/10.1016/j.conbuildmat.2020.119390 DOI: https://doi.org/10.1016/j.conbuildmat.2020.119390

Chopra, A. K. (2020). Dynamics of structures: Theory and applications to earthquake engineering (6th ed.). Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.

Fernández, A., García, M., & López, J. (2022). Advances in wireless sensor networks for structural health monitoring: A decade in review. Structural Health Monitoring, 21(3), 1234-1256. https://doi.org/10.1177/1475921721996080

Irawan, P., & Salim, W. (1998). Evaluasi kapasitas struktur gedung lama akibat degradasi material beton. Jurnal Teknik Sipil, 5(1), 12-25.

Kalumata, F., & Hosang, M. (2025, November). Penerapan BIM dalam percepatan pembangunan asrama mahasiswa nusantara Manado. In Prosiding Seminar Nasional Terapan Riset Inovatif (SENTRINOV) (Vol. 11, No. 1, pp. 730-737).

Maluw, F., Kalumata, F., Palar, H. J., Abbas, A. Y., & Kabo, D. (2026). Structural performance evaluation of the Sao Paulo Lospalos Parish Building using response spectrum analysis based on story drift and maximum displacement. Jurnal Multidisiplin Madani, 5, 1459-1469. https://doi.org/10.55927/mudima.v5i12.798 DOI: https://doi.org/10.55927/mudima.v5i12.798

Mehta, P. K., & Monteiro, P. J. M. (2006). Concrete: Microstructure, properties, and materials (3rd ed.). New York, NY: McGraw-Hill.

Paulay, T., & Priestley, M. J. N. (2018). Seismic design of reinforced concrete and masonry buildings. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.

Sari, W., Mulyati, S., & Dewantara, Y. (2019). Evaluasi struktur eksisting berbasis non-destructive testing untuk menentukan tingkat keamanan bangunan terhadap gempa. In Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil 2019: Inovasi dan Keberlanjutan Infrastruktur (pp. 245-256). Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Siddique, R., & Khan, M. I. (2011). Supplementary cementing materials. Heidelberg: Springer. DOI: https://doi.org/10.1007/978-3-642-17866-5

Stanish, K. D., & Thomas, M. D. A. (2003). The effect of supplementary cementitious materials on chloride binding in concrete. Cement and Concrete Research, 33(11), 1859-1865. https://doi.org/10.1016/S0008-8846(03)00210-7

Sudibyo, & Prasetyo, A. (2018). Seismic performance evaluation of non-ductile RC frames strengthened with FRP: Experimental study. Engineering Structures, 162, 326-345. https://doi.org/10.1016/j.engstruct.2018.02.023 DOI: https://doi.org/10.1016/j.engstruct.2018.02.023

Tenda, J. E., Pinasang, D. B., Hosang, M. F., Wala, M., & Kalumata, F. (2025). Feasibility analysis and structural assessment of aging academic building: Politeknik Negeri Manado case study. Journal Multidisiplin Madani, 4(12), 1768-1776.

Tendean, C., Kalumata, F., Abbas, A. Y., & Suartana, I. P. (2025). Application of Tekla Structures Designer in life cycle analysis to measure embodied carbon in steel buildings. Formosa Journal of Sustainable Research, 4(4). DOI: https://doi.org/10.55927/fjsr.v4i4.147

Tsonos, A. G., & Tegos, I. A. (2009). Seismic retrofit of reinforced concrete structures: Walls and beams. In Rehabilitation of Structures (pp. 234-267). Boca Raton, FL: CRC Press.

Zhang, L., Wang, Y., & Chen, H. (2021). Machine learning-based seismic vulnerability assessment of reinforced concrete buildings: Data-driven approach. Earthquake Engineering & Structural Dynamics, 50(12), 3210-3230. https://doi.org/10.1002/eqe.35 DOI: https://doi.org/10.1002/eqe.35

Downloads

Published

2026-05-24

How to Cite

Evaluasi Kelayakan Struktur dan Rekomendasi Retrofitting Gedung Kuliah Jurusan Administrasi Bisnis Kampus Politeknik Negeri Manado. (2026). Jurnal Altifani Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(3), 1519-1527. https://doi.org/10.59395/altifani.v6i3.1212