Peningkatan Fungsi Kognitif Lansia Melalui Terapi Aktivitas Kognitif
DOI:
https://doi.org/10.59395/altifani.v3i4.440Keywords:
Terapi kognitif, terapi puzzle, terapi menggambar , terapi catur, lanjut UsiaAbstract
Abstract: In general, the older a person is, the more susceptible they are to experiencing a decline in function, including cognitive function. The condition that often occurs in the elderly is a decrease in the ability to remember so that they often forget easily. Reduced cognitive function in the elderly is an early manifestation of dementia. Decreasing cognitive function in the elderly causes an increase in cognitive function disorders such as dementia which affects the ability to meet daily needs and a high degree of dependence on others. The elderly can fill their declining cognitive abilities by optimizing themselves through cognitive activities. Based on this, community service has been carried out targeting the elderly at PWST Tresno Mukti Turen. Through community service it is hoped that it can improve the cognitive function of the elderly. The implementation of this community service uses the method of assessment, observation, interviews, demonstrations. During the therapy, the elderly seemed enthusiastic about participating in all the activities. Cognitive therapy is effective in improving the cognitive function of the elderly if it is carried out routinely and scheduled in the daily activities of the elderly
Abstrak: Pada umumnya semakin bertambah usia seseorang maka semakin rentan mengalami penurunan fungsi termasuk fungsi kognitif. Keadaan yang kerapkali terjadi pada lansia adalah menurunnya kemampuan mengingat sehingga sering akan mudah lupa. Berkurangnya fungsi kognitif pada lansia merupakan manifestasi awal demensia. Penurunan fungsi kognitif pada lansia menyebabkan peningkatan gangguan fungsi kognitif seperti demensia yang berdampak terhadap kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap orang lain. Lansia dapat mengisi kemampuan kognitif mereka yang menurun dengan mengoptimalkan diri mereka sendiri melalui aktivitas kognisi. Berdasarkan hal tersebut telah dilakukan pengabdian kepada masyarakat dengan sasaran lansia di PWST Tresno Mukti Turen. Melalui pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat meningkatkan fungsi kogntif lansia. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pengkajian, observasi, wawancara, demonstrasi. Saat terapi berlangsung, para lansia tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Terapi kognitif efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif lansia jika dilaksanakan rutin dan dijadwalkan dalam aktivitas keseharian lansia
Downloads
References
Agung, W. W. L. (2016). Pengaruh Chess Game (Permainan Catur) Terhadap Pikiran Nyaman (Kognitif) Pada Lansia Demensia di Desa Karanggeneng Kabupaten Lamongan [Airlangga]. http://repository.unair.ac.id/id/eprint/52355
Arisandi, Y. (2023). Buku Keperawatan Gerontik. Nasya Expanding Management.
Benya, R., Sulistyowati, D., Endah, R., Wahyu, K., Susyanti, S., Suryanti, & Rachmawaty. (2021). Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Adanu Adimata.
Evi, S., Gultom, R., Siregar, R., & Satya, A. (2021). Reminiscence Membantu Mencegah Kejadian Demensia Pada Lansia. Zahir Publishing.
Isnaini, N., & Komsin, N. K. (2020). Gambaran Fungsi Kognitif Pada Lansia Dengan Pemberian Terapi Puzzle. Human Care Journal, 5(4), 1060. https://doi.org/10.32883/hcj.v5i4.854
Jiang, H., Li, Y., Yan, L. L., Jin, X., Wang, H., & Ji, J. S. (2021). Cognitive impairment and all-cause mortality among Chinese adults aged 80 years or older. Brain and Behavior Published, July, 1–11. https://doi.org/10.1002/brb3.2325
Kementrian kesehatan RI. (2014). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2013. Kementrian Kesehatan RI. https://doi.org/351.770.212 Ind P
Komsin, N. K., & Isnaini, N. (2020). Pengaruh Crossword Puzzle Therapy (CPT) terhadap Fungsi Kognitif Lansia Di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Sudagaran Banyumas. Jurnal Keperawatan Sriwiyaja, 7(2), 6–15.
Nawangsasi, D. N. (2017). Pengaruh Terapi Puzzle Terhadap Tingkat Demensia Lansia di Wilayah Krapakan Caturharjo Pandak Bantul. Jurnal Kesehatan, 03(1), 1–17.
Noda, S., Shirotsuki, K., & Nakao, M. (2019). The effectiveness of intervention with board games: A systematic review. BioPsychoSocial Medicine, 13(1). https://doi.org/10.1186/s13030-019-0164-1
Putkonen, P., Kaaya, E. E., Bottiger, D., Li, S. L., Nilsson, C., Biberfeld, P., & Biberfeld, G. (2011). Cognitif Impairment. Department of Health and Human Services, Centers for Disease Control and Prevention, 6(3), 257–263. https://doi.org/10.1097/00002030-199203000-00002
Ruswandi, I., & Supriatun, E. (2022). Keperawatan Gerontik. CV.Adanu ABimata. https://www.google.co.id/books/edition/KEPERAWATAN_GERONTIK_Pengetahuan_Praktis/hPWUEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=terapi+okupasi+lansia&pg=PA120&printsec=frontcover
Supriyatno, H., & Fadhilah, N. (2016). Fungsi Kognitif Lansia Mempengaruhi Tingkat Kemandirian Dalam Pemenuhan Aktivitas. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(9). https://doi.org/10.35952/jik.v5i9.21
Wang, Q.-Y., & Li, D.-M. (2016). Advances in art therapy for patients with dementia. Chinese Nursing Research, 3(3), 105–108. https://doi.org/10.1016/j.cnre.2016.06.011
World Health Organization. (2012). Dementia. Alzheimer’s Disease International.
Wreksoatmodjo, B. R. (2015). Aktivitas Kognitif Mempengaruhi Fungsi Kognitif Lanjut Usia di Jakarta. Cermin Dunia Kedokteran, 42(1), 7–13.
Yu, S., & Wei, M. (2021). The influences of community-enriched environment on the cognitive trajectories of elderly people. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(16). https://doi.org/10.3390/ijerph18168866
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Freny Ravika Mbaloto, Estelle Lilian Mua, Robi Adikari Sekeon, Denny Susanto, Ida Yanriatuti, Sabarulin Tarigan, Ni Luh Emilia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.























